Monday, 22 September 2014

Personality

Saya adalah Fuhji Ericko. nama panggilan saya Fuhji. Mungkin sebelumnya beberapa orang menganggap nama saya adalah nama perempuan, tetapi pandangan mereka berubah seketika berjumpa dengan saya. Ssaya cowok tulen, bukan banci dan tidak maho. Orang- orang yang mengenal saya pasti mengetahui keunikan saya, terutama yang paling unik. Saya seorang vegetarian. Bukan karena saya tidak mampu beli daging hewan, tetapi dari dalam diri saya menginginkan untuk hidup sehat tanpa mengkonsumsi hewani. Banyak orang juga menilai, mengapa saya vegetarian? kenapa hidup cuma sekali tetapi kamu tidak menikmati makanan? kamu kok aneh? kamu dari planet apa?  jangankan orang lain, sayapun juga heran. apakah ini yang dinamakan takdir? saya juga tidak tahu.

Banyak orang yang menganggap saya orang yang pendiam dan terkadang kurang bisa tegas. Dan pada dasarnya itu sedikit kurang benar. Saya sering berdiam diri dan kurang aktif bukan karena saya pendiam, tetapi saya mati gaya. Saya tidak tahu harus menanggapi suatu situasi. Terkadang juga teman- teman saya mencampakan saya karena saya pendiam, sebenarnya dari dalam hati saya yang terdalam sedang menangis kecil. Hal itu akibat saya kurang membiasakan untuk aktif, bukanya cari muka. Di dalam keluarga pun saya orang yang tidak banyak omong. Saya mengamati, melihat dan merenung.

Dari apa yang saya lihat dan amati ada banyak hal yang saya rasa penting. Yang saya maksud penting disini adalah hal yang sekiranya mencangkup keseluruhan dan proses komunikasi yang baik. saya melihat bahwa cara persuarsif sangat penting. dimana untuk bisa meyakinkan orang lain , sebelumnya kita harus meyakinkan diri sendiri. disini saya bisa melihat bahwa antusisasme seseorang bisa mempengaruhi kehidupan berelasinya. Tidak hanya itu juga, cara untukk memperlakukan setiap orang juga harus dibedakan. tetntu untuk memperlakukan orang A dan B tidak selalu sama.

Ibarat suatu cerita mengatakan. Ada 2 orang, satu orang yang terdampar di pulau melihat ada sebuah kapal yang mendekat dan dia mengira itu adalah kapal penolong. Dilain sisi, orang yang ada diatas kapal yang tersesat melihat sebuah pulau yang ia kira adalah pulau tujuanya. Jadi kesimpulan dari cerita diatas adalah cara melihat sesuatu pada seseorang itu berbeda, bagaimana kita melihat dan bagaimana kita memanami menjadi masalah disini.

No comments:

Post a Comment